Senin 20 April 2026Senin 20 April 2026 di Grha Yudha Taruna Kalurahan Kranggan, telah dilaksanakan kegiatan Rapat Masa Tanam ke-3 di wilayah Kalurahan Kranggan. Kegiatan ini dihadiri oleh Kawat Kemakmuran Kapanewon Galur, Perwakilan Koordinator BPP Galur, Juru Pengairan, Lurah Kranggan beserta Pamong, Ketua Gapoktan Kalurahan Kranggan, Ketua P3A,Babinsa & Babhinkamtibmas Kranggan, Perwakilan Petani. Dalam Rapat ini disepakati :
• Panenan panen musim ini disarankan menggunakan treser karena akan ditanami kedelai. Jika menggunakan combine harvester dikhawatirkan sawah akan sulit ditanami kedelai.
• Petani jangan menjual hasil panen terlalu murah kepada penebas. Harga terakhir Rp. 65.000/ru.
• Setelah panen segera ditanami kedelai agar lahan tidak keras.
• Untuk tanam kedelai maksimal 15 Mei 2026, sehiingga diharapkan di bulan Agustus sudah panen.
• Varietas kedelai : grobogan.
• Belum ada informasi tentang bantuan benih kedelai.
• Prediksi BMKG besuk akan terjadi musim keemarau yang kering dan Panjang, Dimana puuncaknya dii bulan Agustus. Untuk menghadapi kondisi ini, petani bisa mengaplikasi pupuk kandang dalam budidaya kedelai, menggunakan mulsa organic (jemari) untuk mengurangi penguapan. Setelah ditanami kedelai, lahan sawah ditutupi dengan jerami.
• Pada bulan Agustus, Petani agar memanfaatkan air sebaik-baiknya karena suplay air jelas berkurrang jika prediksi BMKG benar. Air mengalir, lahan segera diolah.
• Air akan berhenti mengalir pada tanggal 1 Mei 2026 dan akan dialirkan keembali pada 1 Agustus 2026.
• Setiap bulannya yaitu bulan Mei, Juni dan Juli tanggal 15-18 air akan dialirkan. Dimohon petani bisa memanfaatkannya.
• Jika ada tanaman jagung di lahan sawah di masing-masing kelompok tani, ketua poktan agar melaporkan kepada Babinkamtibmas.
• Karena pengurangan anggaran, DI Sapon hanya akan gali wallet di kantong-kantong lumpur saja.
• Dilanjutan dengan sosialisasi Perkal tentang Pengaturan Penggunaan Combine Harvester.• Panenan panen musim ini disarankan menggunakan treser karena akan ditanami kedelai. Jika menggunakan combine harvester dikhawatirkan sawah akan sulit ditanami kedelai.
• Petani jangan menjual hasil panen terlalu murah kepada penebas. Harga terakhir Rp. 65.000/ru.
• Setelah panen segera ditanami kedelai agar lahan tidak keras.
• Untuk tanam kedelai maksimal 15 Mei 2026, sehiingga diharapkan di bulan Agustus sudah panen.
• Varietas kedelai : grobogan.
• Belum ada informasi tentang bantuan benih kedelai.
• Prediksi BMKG besuk akan terjadi musim keemarau yang kering dan Panjang, Dimana puuncaknya dii bulan Agustus. Untuk menghadapi kondisi ini, petani bisa mengaplikasi pupuk kandang dalam budidaya kedelai, menggunakan mulsa organic (jemari) untuk mengurangi penguapan. Setelah ditanami kedelai, lahan sawah ditutupi dengan jerami.
• Pada bulan Agustus, Petani agar memanfaatkan air sebaik-baiknya karena suplay air jelas berkurrang jika prediksi BMKG benar. Air mengalir, lahan segera diolah.
• Air akan berhenti mengalir pada tanggal 1 Mei 2026 dan akan dialirkan keembali pada 1 Agustus 2026.
• Setiap bulannya yaitu bulan Mei, Juni dan Juli tanggal 15-18 air akan dialirkan. Dimohon petani bisa memanfaatkannya.
• Jika ada tanaman jagung di lahan sawah di masing-masing kelompok tani, ketua poktan agar melaporkan kepada Babinkamtibmas.
• Karena pengurangan anggaran, DI Sapon hanya akan gali wallet di kantong-kantong lumpur saja.
• Dilanjutan dengan sosialisasi Perkal tentang Pengaturan Penggunaan Combine Harvester.