Pemerintah Kalurahan Kranggan turut berpartisipasi dalam kegiatan Pisowanan Ageng "Mangayubagya Yuswa Dalem" yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kehadiran rombongan Kalurahan Kranggan menjadi wujud penghormatan kepada Kasultanan Yogyakarta sekaligus bentuk pelestarian nilai-nilai budaya dan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Pisowanan Ageng "Mangayubagya Yuswa Dalem" merupakan prosesi budaya yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi simbol penghormatan dan ungkapan rasa syukur kepada Ngarsa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono serta menjadi media untuk mempererat hubungan antara pemerintah kalurahan dengan Kasultanan Yogyakarta melalui pelestarian adat dan budaya Jawa.
Kegiatan diikuti oleh Lurah Kalurahan Kranggan, jajaran Pamong Kalurahan Kranggan, serta unsur Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK). Dalam prosesi tersebut, rombongan Kalurahan Kranggan turut membawa pisungsung hasil bumi sebagai simbol rasa syukur atas limpahan rezeki dan hasil pertanian masyarakat. Pisungsung tersebut kemudian diserahkan kepada pihak Keraton Yogyakarta sebagai bagian dari rangkaian upacara adat.
Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 2 April 2026 sebagai salah satu agenda dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Daerah Istimewa Yogyakarta. Prosesi pawai budaya dimulai dari depan Museum Sonobudoyo, kemudian melintasi Jalan K.H.A. Ahmad Dahlan, Jalan Pangurakan, memasuki sisi timur Jalan Alun-Alun Utara, menuju Bangsal Pagelaran Keraton Yogyakarta, dan berakhir melalui Jalan Kauman.
Partisipasi Kalurahan Kranggan dalam Pisowanan Ageng bertujuan untuk melestarikan budaya dan tradisi luhur Daerah Istimewa Yogyakarta, memperkuat nilai-nilai kebersamaan, serta menumbuhkan rasa hormat terhadap sejarah, adat istiadat, dan kearifan lokal. Kehadiran rombongan juga menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kalurahan Kranggan dalam mendukung pelestarian budaya sebagai bagian dari identitas masyarakat Yogyakarta.
Rombongan Kalurahan Kranggan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan mengenakan pakaian adat Jawa sesuai ketentuan panitia. Prosesi diawali dengan mengikuti pawai budaya bersama peserta dari berbagai kalurahan dan instansi lainnya. Selama pawai berlangsung, rombongan membawa pisungsung berupa hasil bumi yang mencerminkan potensi pertanian dan rasa syukur masyarakat Kalurahan Kranggan. Setibanya di kawasan Bangsal Pagelaran Keraton Yogyakarta, pisungsung tersebut diserahkan kepada pihak Keraton sebagai simbol bakti, penghormatan, serta doa untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta.
Keikutsertaan Pemerintah Kalurahan Kranggan dalam kegiatan Pisowanan Ageng "Mangayubagya Yuswa Dalem" menjadi bukti nyata komitmen dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan nilai-nilai budaya yang menjadi warisan luhur Kasultanan Yogyakarta. Melalui momentum Hari Jadi Daerah Istimewa Yogyakarta ini, diharapkan semangat kebersamaan, gotong royong, serta kecintaan terhadap budaya lokal terus tumbuh dan menjadi landasan dalam mewujudkan masyarakat Kalurahan Kranggan yang maju, berbudaya, dan sejahtera.