Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pemenuhan gizi bayi dan anak, Pemerintah Kalurahan Kranggan menyelenggarakan Pelatihan Pemberian Makan bagi Bayi dan Anak (PMBA) selama dua hari, yaitu pada 19–20 Mei 2026, bertempat di Grha Yudha Taruna Kalurahan Kranggan yang didukung penuh oleh Dana Keistimewaan Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting serta peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak melalui edukasi dan praktik pemberian makan yang tepat.
Pelatihan Pemberian Makan bagi Bayi dan Anak (PMBA) merupakan kegiatan edukasi yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai praktik pemberian makan yang benar sejak bayi lahir hingga usia dua tahun. Materi yang diberikan mencakup pentingnya pemberian ASI, pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) sesuai usia, pemenuhan gizi seimbang, serta praktik pengolahan MPASI yang aman, bergizi, dan menarik bagi anak.
Kegiatan menghadirkan narasumber Ida Nur Kumalasari, A.Md.Keb., S.ST., MMC., CYT., CMBT., CBCFFT, yang merupakan Owner Brilliant Jogja, sekaligus bidan pendidik dan trainer berpengalaman di bidang kesehatan ibu dan anak. Peserta pelatihan terdiri dari kader kesehatan, wanita usia subur (WUS), ibu hamil, serta ibu menyusui yang diharapkan menjadi agen perubahan dalam penerapan pola pemberian makan yang tepat di keluarga dan masyarakat.
Pelatihan dilaksanakan selama dua hari, yaitu:
- Selasa, 19 Mei 2026 – Penyampaian materi teori mengenai Pemberian Makan bagi Bayi dan Anak (PMBA).
- Rabu, 20 Mei 2026 – Praktik pembuatan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) sesuai prinsip gizi seimbang.
Pelatihan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memberikan asupan gizi yang tepat kepada bayi dan anak sebagai langkah nyata mencegah stunting dan masalah gizi lainnya. Selain itu, kegiatan ini bertujuan membekali kader kesehatan dan para ibu dengan pengetahuan praktis agar mampu menerapkan pola pemberian makan yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak sejak usia dini.
Pada hari pertama, peserta mengikuti sesi teori yang membahas konsep dasar Pemberian Makan bagi Bayi dan Anak (PMBA), pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pemberian ASI eksklusif, waktu yang tepat memulai MPASI, pemilihan bahan pangan bergizi, serta cara menyusun menu sesuai kebutuhan anak berdasar kebutuhan kalori. Materi disampaikan secara interaktif sehingga peserta dapat berdiskusi dan berkonsultasi langsung dengan narasumber.
Memasuki hari kedua, kegiatan difokuskan pada praktik pembuatan MPASI. Peserta dibimbing secara langsung oleh narasumber dalam memilih bahan pangan lokal yang bergizi, mengolah makanan dengan teknik yang tepat, memperhatikan tekstur sesuai usia anak, hingga menyajikan MPASI yang sehat, aman, dan menarik. Antusiasme peserta terlihat selama praktik berlangsung melalui diskusi aktif, demonstrasi memasak, serta berbagi pengalaman dalam pemberian makan kepada bayi dan balita.
Melalui pelatihan ini, diharapkan kader kesehatan, wanita usia subur, ibu hamil, dan ibu menyusui memiliki pengetahuan serta keterampilan yang lebih baik dalam menerapkan praktik pemberian makan yang benar di lingkungan keluarga. Pemerintah Kalurahan Kranggan berkomitmen untuk terus mendukung program peningkatan kesehatan masyarakat melalui edukasi yang berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, bebas stunting, dan berkualitas.